Asta ini terletak di jantung kota Sumenep, tepatnya di Kelurahan Karangduak Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep ±500 m dari pusat kota ke arah barat. Kabupaten Sumenep merupakan Kabupaten yang terletak di ujung paling timur pulau madura. Suatu daerah yang sarat dengan nilai-nilai budaya dan agama. Karena sumenep pada jaman kerajaan dahulu banyak terdapat kesatria-kesatria ulung dan tokoh-tokoh agama dari daerah ini sebut saja Jokotole atau yang dikenal dengan pangeran Soccadiningrat III, Arya Wiraraja, Adi Poday dan lain-lain. Mereka tidak hanya dikenal diwilayah Sumenep saja bahkan sampai keluar madura seperti Jawa dan Bali.
Salah satu tokoh yang tak kalah menarik untuk dijadikan suatu obyek wisata Ziarah ataupun sejarah adalah Raden Tumenggung Kanduruan yang bergelar Raden Tumenggung Notokusumonegoro. Memerintah sumenep pada tahun 1559-1562 M Yang letak keratonnya di Karangduak. Raden Tumenggung Kanduruan ini yang menurunkan Adipati / Bupati di Sumenep hingga 15 keturunandari garis laki-laki. Sedang keturunan terakhir yang menjadi penguasa Sumenep adalah Raden Mohammad Tahir Tumenggung Prabuwinoto pada tahun 1925-1928 M.
Menurut sejarah yang ada, Raden Tumenggung Kanduruan adalah putra dari Sultan Alam Akbar Al-Fatah (Raden Patah) yaitu Raja Demak Bintoro yang berkuasa pada tahun 1478-1518 M, sedang Raden Patah merupakan putra dari Raja Majapahit yaitu Parbu Brawijaya V dari hasil perkawinannya dengan putri keturunan Cina yang bernama Indrawati. Tumenggung Kanduruan, pada masa remajanya pernah mengabdi kepada Saudara Ayahnya yaitu Ratu Japan yang bernama Dewi Mas Kumambang.
Mengenai obyek wisata Ziarah in kalau ditinjau dari letak sangat strategis dan layak untuk dijadikan sebagai salah satu obyek wisata Ziarah unggulan di Sumenep mengingat lokasi obyak ini yang tidak terlalu jauh dengan obyek wisata Ziarah Asta Tinggi serta ditunjang oleh sarana dan prasarana yang lengkap.
Sumber: disbudparpora.sumenep.go.id